Archive for the ‘Hot News’ Category

ORANGUFRIENDS PADANG DI RAON FEST SIBOLANGIT

20046425_10159132397650094_2482313690177122678_n

Kegiatan edukasi memang tidak terlihat heroik di dunia konservasi. Edukasi juga tidak begitu menarik perhatian media massa. “Tapi… dalam dunia konservasi hutan dan satwa liar, edukasi memiliki peran yang sangat penting untuk membentuk karakter anak-anak bangsa sebagai generasi penerus bangsa.”, ujar Novi Rovika, siswa COP School Batch 7.

 

Edukasi tentang satwa liar tak sepopuler edukasi konservasi lainnya. Padahal keunikan dan peranan penting satwa liar dalam ekosistemnya serta manfaatnya untuk manusia merupakan nilai penting dalam melestarikan alam.

 

Melalui pendekatan persuasif dengan strategi yang ‘kekinian’ sesuai dengan kemajuan zaman, orangufriends Padang hadir dengan kegiatannya. “Raon Fest” 2017 Sibolangit – Sumatera Utara adalah contohnya. Event musik yang digagas anak-anak muda kota Medan yang menamakan diri “Gang Cobra” tersebut. memadukan kegemaran anak-anak muda beraktivitas di alam terbuka dengan berkemah, sambil menikmati festival musik.

 

Baru pertama kali digelar secara outdoor. Event musik yang tak biasa ini menjadi ruang bagi band-band indi kota Medan untuk mengapresiasikan diri. Raon Fest juga memberi ruang bagi anak-anak muda yang memiliki hobi fotografi dan film. “Stand Up Comedy indo Medan” pun turut meramaikan acara.

 

Zal Puteh, aktivis musik balada kota Medan melalui ‘Dialog Musikal’ memberi gambaran tentang kehidupan orangutan Sumatera. Lagu ‘Pongo Abeli’ menjadikan materi edukasi begitu renyah terdengar audience. Dan yang mampir ke meja orangufriends untuk membeli merchandise karena mereka ingin ikut berdonasi untuk orangutan. “Membeli karena sebab.”, lirih Novi dengan terharu.

 

“Sayang, mereka yang hadir, tidak pernah mengetahui keberadaan orangutan Sumatera. Padahal habitatnya tak jauh dari tempat mereka berada.”, ucap Novi lagi. Inilah yang kemudian membuat mereka semakin antusias. Cerita, diskusi, lagu dan musik dengan suasana yang santai menjadikan Sabtu – Minggu di pertengahan bulan Juli menjadi lebih berarti. Orangufriends memang punya 1001 ide dan cara untuk perlindungan orangutan dan habitatnya. (Novi_Orangufriends)

RANTAI PUN LEPAS DARI OWA, SAAT KITA PEDULI

12049582_1108102379200445_8944321722418393492_n
Elin Alvita adalah anggota Orangufriends Banjarbaru yang juga merupakan alumni COP School Batch #5. Berangkat dari keprihatinannya melihat rendahnya kesejahteraan tiga monyet ekor panjang, dua beruk, satu Owa Kalimantan dan satu bangau Tongtong di Taman Van Der Pijl Banjarbabaru, Elin berinisiatif melakukan perbaikan. Hal ini tidak mudah dilakukan. Akan tetapi berkat dukungan dari berbagai pihak, akhirnya Elin bersama Orangufriends Banjarbaru yang lain berhasil membantu satwa-satwa tersebut untuk mendapatkan kehidupan yang lebih layak.
Setelah selesai mengurus perijinan ke Dinas Kebersihan dan Pertamanan Banjarbaru, Elin melakukan penggalangan dana dengan menjual kaos bergambar Owa Kalimantan dan menyelenggarakan konser music Fund for Park pada tanggal 26 September 2015. Dalam penggalangan dana ini, Elin banyak mendapatkan dukungan baik moral maupun material dari berbagai komunitas dan band-band yang mengisi acara ini. Komunitas bekerja suka rela membantu Elin adalah Morning Art Media Creative, Walhi Kalsel, Mapala Piranha, dan Butze Tako. Sementara itu, band yang memeriahkan acara Fund for Park di antaranya Soul Cry, Sunday High Club, Hello Kitty Berkumis, Jokes of Superboys, Dreamtree Reggae, Seven  Ways To Sunday dan Buddy Guy Project. Selain dari komunitas dan band, Elin juga mendapatkan bantuan material dari Rumah Makan Semua Senang, Oasis Adventurous Stuff, dan donator-donatur yang membeli kaos Owa. Dari donasi dan kegiatan tersebut, terkumpul dana sebesar Rp 8.923.800,00 yang kemudian digunakan untuk memperbaiki kandang satwa di Taman Van der Pijl Banjarbaru.
Perbaikan kandang dilakukan dalam dua bulan, yaitu pada bulan Oktober dan Desember dengan target satwa yang dirantai di perut bisa dilepaskan dan satwa bisa lebih nyaman di dalam kandang. Selain memperbaiki kandang, papan informasi mengenai satwa juga ditambahkan untuk memperkaya informasi pengunjung mengenai satwa-satwa yang ada di Taman Van Der Pijl. Berkat inisiatif Elin tersebut, satwa-satwa di Taman Van Der Pijl dapat hidup lebih sejahtera. Keberhasilan Elin dalam menggerakkan Orangufriends Banjarbaru untuk memperbaiki kesejahteraan satwa-satwa tersebut tentunya tidak terlepas dari bantuan dari berbagai pihak yang telah disebutkan di atas. Oleh karena itu, Elin dan Orangufriends Banjarbaru mengucapkan terima kasih kepada semua pihak ikut peduli tersebut. (KIA)

SOUND FOR ORANGUTAN DI JOGJA TV

12046707_10156240031820094_4927518994135997437_n

Ini dia ketua Sound For Orangutan Yogya 2015, Shinta Permata. Ngak nyangka, di tangan-dinginnya membawa impian 13 (ketigabelas) orangutan di Pusat Rehabilitasi Orangutan COP Labanan terlaksana di Liquid Cafe, kota Gudeg ini. Ya tentu saja event musik amal yang tidak sekedar hingar bingar. Ini adalah event musik yang penuh dengan alasan kenapa kita harus datang. Karena seluruh keuntungan dari acara musik ini, akan dipergunakan untuk tiga belas orangutan yatim yang memimpikan hidup sebagai orangutan liar.

Pengisi acara SFO 2015 tak putus-putus nya menyuarakan perlindungan orangutan. Seperti band punk Miskin Porno dengan lagu Sawit Brengseknya, menghentak lantai Liquid Cafe pada 13 Oktober 2015 yang lalu. FSTVLST berulang kali mengajak penonton untuk melihat kenyataan yang dihadapi orangutan di alamnya. Broken Rose, Sri Plecit dan Down For Life semakin menghidupkan suasana acara musik amal yang untuk pertama kalinya diselenggarakan di Yogyakarta oleh orangufriends. Melalui penata cahaya yang membangun suasa Cafe dan ditutup band Seringai, membuat para pengunjung bersemangat meninggalkan Liquid Cafe untuk menyuarakan kembali fakta orangutan di Indonesia pada teman-temannya.

Senang atas kerjasamanya para media partner Geronimo FM, Kedaulatan Rakyat, RBTV, Jogja TV, Pamityang2an radio, dan Kanal Tigapuluh yang semakin meluaskan berita tentang Sound For Orangutan 2015 ini.

Terimakasih atas donasi dari Liquid Cafe, Beer Bintang, Lali Jungkatan, Lotek Bu Bagyo, TFT, Starcross dan Nimco. Serta 700 pengunjung yang membeli tiket SFO 2015, juga yang membeli lelang merchandise. Tentu saja kerja keras keluarga besar orangufriends Yogya yang tak kenal lelah, bahu membahu mensukseskan Sound For Orangutan 2015 ini menjadikan pengalaman luar biasa malam itu.

 

SFO YOGYA AJAK YANG MUDA PEDULI ORANGUTAN

12072539_10207494490977400_7135823918320352312_n

Sound for Orangutan 2015 Yogyakarta sudah berlalu. Dentum musik masih melekat di telinga. Kerja keras bersama orangufriends Yogyakarta selama tiga bulan terakhir membuahkan hasil. 700 tiket yang terjual malam itu, memenuhi kedua lantai Liquid Cafe, Sleman, Yogyakarta. Hari yang luar biasa, para pengisi acara membicarakan orangutan. Di sebuah cafe yang mungkin selama ini hanya melulu tentang musik.

SFO adalah acara musik amal untuk menggalang dana upaya perlindungan orangutan. 13 Oktober 2015 dengan tema Way Back Home, ketigabelas orangutan di Pusat Rehabilitasi Borneo, Labanan, Kalimantan Timur mengingatkan para pengunjung Liquid Cafe akan masa depan orangutan di sana. Saat ini tujuh orangutan muda belajar di sekolah hutan Labanan. Para animal keeper dengan disiplin mengajak orangutan memanjat pohon. Menakuti mereka dengan duri rotan, agar mereka lebih banyak beraktivitas di pohon. Ya, memanjat adalah pelajaran dasar orangutan muda itu.

Sebut saja Unyil, orangutan yang diselamatkan dari kandang di toilet rumah penduduk di Muara Wahau. Sehari-hari menghabiskan waktu dengan berjalan di lantai. Selebihnya dikurung di kotak kayu pada kamar mandi yang memeliharanya. Hampir tanpa masa depan untuk memanjat apalagi hidup bebas di hutan. APE Defender menyelamatkannya, merawatnya, mengajarinya menjadi orangutan lainnya. Unyil belajar memakan buah-buahan, sayuran dan serangga. Unyil melatih otot-otot tangannya untuk memanjat dan bergelantungan. Unyil mengamati orangutan lain yang berayun dari satu pohon ke pohon yang lain.

Melalui Sound For Orangutan, mengajak anak-anak muda menyisihkan uangnya untuk orangutan yatim ini. Memberikan kesempatan kedua untuk menjadi orangutan liar. Jika pada waktunya akan lepas liar di hutan. (YUN)

 

SOUND FOR ORANGUTAN 2015 BANJARBARU

12002862_1104779436199406_2650123689830106261_n

Halo Borneo, tahun ini selain di Yogyakarta akan ada Sound For Orangutan (SFO) juga di Borneo. Tepatnya tanggal 26 September 2015 jam 16.00-22.00 Wita bertempat di Taman Van Der Pijl, Banajarbaru, Kalimantan Selatan. SFO Borneo ini merupakan upaya menggalang dukungan bantuan untuk satwa di Taman Van Der Pijl agar mendapatkan Hidup yang lebih baik.

Datang, donasi, berkumpul dan mendukung salah satu langkah yang bisa dilakukan membantu Satwa di sana.