20046425_10159132397650094_2482313690177122678_n

ORANGUFRIENDS PADANG DI RAON FEST SIBOLANGIT

Kegiatan edukasi memang tidak terlihat heroik di dunia konservasi. Edukasi juga tidak begitu menarik perhatian media massa. “Tapi… dalam dunia konservasi hutan dan satwa liar, edukasi memiliki peran yang sangat penting untuk membentuk karakter anak-anak bangsa sebagai generasi penerus bangsa.”, [...]

12049582_1108102379200445_8944321722418393492_n

RANTAI PUN LEPAS DARI OWA, SAAT KITA PEDULI

Elin Alvita adalah anggota Orangufriends Banjarbaru yang juga merupakan alumni COP School Batch #5. Berangkat dari keprihatinannya melihat rendahnya kesejahteraan tiga monyet ekor panjang, dua beruk, satu Owa Kalimantan dan satu bangau Tongtong di Taman Van Der Pijl Banjarbabaru, Elin [...]

12046707_10156240031820094_4927518994135997437_n

SOUND FOR ORANGUTAN DI JOGJA TV

Ini dia ketua Sound For Orangutan Yogya 2015, Shinta Permata. Ngak nyangka, di tangan-dinginnya membawa impian 13 (ketigabelas) orangutan di Pusat Rehabilitasi Orangutan COP Labanan terlaksana di Liquid Cafe, kota Gudeg ini. Ya tentu saja event musik amal yang tidak [...]

12072539_10207494490977400_7135823918320352312_n

SFO YOGYA AJAK YANG MUDA PEDULI ORANGUTAN

Sound for Orangutan 2015 Yogyakarta sudah berlalu. Dentum musik masih melekat di telinga. Kerja keras bersama orangufriends Yogyakarta selama tiga bulan terakhir membuahkan hasil. 700 tiket yang terjual malam itu, memenuhi kedua lantai Liquid Cafe, Sleman, Yogyakarta. Hari yang luar [...]

12002862_1104779436199406_2650123689830106261_n

SOUND FOR ORANGUTAN 2015 BANJARBARU

Halo Borneo, tahun ini selain di Yogyakarta akan ada Sound For Orangutan (SFO) juga di Borneo. Tepatnya tanggal 26 September 2015 jam 16.00-22.00 Wita bertempat di Taman Van Der Pijl, Banajarbaru, Kalimantan Selatan. SFO Borneo ini merupakan upaya menggalang dukungan [...]

 

ORANGUFRIENDS PADANG DI RAON FEST SIBOLANGIT

20046425_10159132397650094_2482313690177122678_n

Kegiatan edukasi memang tidak terlihat heroik di dunia konservasi. Edukasi juga tidak begitu menarik perhatian media massa. “Tapi… dalam dunia konservasi hutan dan satwa liar, edukasi memiliki peran yang sangat penting untuk membentuk karakter anak-anak bangsa sebagai generasi penerus bangsa.”, ujar Novi Rovika, siswa COP School Batch 7.

 

Edukasi tentang satwa liar tak sepopuler edukasi konservasi lainnya. Padahal keunikan dan peranan penting satwa liar dalam ekosistemnya serta manfaatnya untuk manusia merupakan nilai penting dalam melestarikan alam.

 

Melalui pendekatan persuasif dengan strategi yang ‘kekinian’ sesuai dengan kemajuan zaman, orangufriends Padang hadir dengan kegiatannya. “Raon Fest” 2017 Sibolangit – Sumatera Utara adalah contohnya. Event musik yang digagas anak-anak muda kota Medan yang menamakan diri “Gang Cobra” tersebut. memadukan kegemaran anak-anak muda beraktivitas di alam terbuka dengan berkemah, sambil menikmati festival musik.

 

Baru pertama kali digelar secara outdoor. Event musik yang tak biasa ini menjadi ruang bagi band-band indi kota Medan untuk mengapresiasikan diri. Raon Fest juga memberi ruang bagi anak-anak muda yang memiliki hobi fotografi dan film. “Stand Up Comedy indo Medan” pun turut meramaikan acara.

 

Zal Puteh, aktivis musik balada kota Medan melalui ‘Dialog Musikal’ memberi gambaran tentang kehidupan orangutan Sumatera. Lagu ‘Pongo Abeli’ menjadikan materi edukasi begitu renyah terdengar audience. Dan yang mampir ke meja orangufriends untuk membeli merchandise karena mereka ingin ikut berdonasi untuk orangutan. “Membeli karena sebab.”, lirih Novi dengan terharu.

 

“Sayang, mereka yang hadir, tidak pernah mengetahui keberadaan orangutan Sumatera. Padahal habitatnya tak jauh dari tempat mereka berada.”, ucap Novi lagi. Inilah yang kemudian membuat mereka semakin antusias. Cerita, diskusi, lagu dan musik dengan suasana yang santai menjadikan Sabtu – Minggu di pertengahan bulan Juli menjadi lebih berarti. Orangufriends memang punya 1001 ide dan cara untuk perlindungan orangutan dan habitatnya. (Novi_Orangufriends)

PRE-ORDER TAHAP 1 MERCHANDISE SOUND FOR ORANGUTAN

Screen Shot 2017-08-09 at 11.53.49 AM

Sound For Orangutan? Ini adalah acara musik amal yang digagas orangufriends (kelompok pendukung Centre for Orangutan Protection). Perlu dana awal pastinya untuk memulai sebuah acara yang cukup besar. Salah satu cara untuk mengumpulkan dana awal, ya dengan menjual merchandise acara tersebut.

 

Yuk pre-order merchandise Sound For Orangutan. Tahun ini, rencananya akan dilaksanakan di kota pahlawan, Surabaya. Setelah tahun 2012 dan 2013 dilaksanakan di Jakarta, lalu di tahun 2015 di Yogyakarta. Saatnya arek Suroboyo peduli…!

 

“Ada 3 desain kaos yang kita luncurkan. Bisa beli kaosnya aja seharga Rp 120.000,00. Bisa juga totebag nya saja dengan harga Rp 50.000,00. Atau kalau Kaos dan totebag sekaligus hanya Rp 150.000,00. Kalau mau lengan panjang tinggal tambah Rp 10.000,00. Bahannya cotton combed 30s, jadi nyaman dipakai.”, jelas Tedjo, ketua panitia Sound For Orangutan 2017.

 

Pre-Order akan berlangsung selama delapan hari saja. Dari tanggal 12 hingga 20 Juli 2017. Tunjukkan kepedulian kamu pada orangutan dengan cara miliki merchandise SFO 2017.

Save the Orangutan from delete!

 

NANTIKAN… SOUND FOR ORANGUTAN SURABAYA

Screen Shot 2017-08-09 at 11.54.06 AM

Keinginan Orangufriends menggalang dana untuk membeli tanah sebagai lahan produksi pakan bagi orangutan yang berada di pusat rehabilitasi orangutan COP Borneo, Kalimantan Timur menjadi tujuan acara Sound For Orangutan tahun ini. ‘Promised Land’ begitu tema yang diangkat.

 

COP Borneo adalah pusat rehabilitasi yang diinisiasi oleh para putra-putri Indonesia. Dengan 18 individu orangutan yang menghuni pusat rehabilitasi yang berada di kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Dalam seminggu, tim COP Borneo turun ke kota untuk berbelanja pakan orangutan di pasar pagi Adji Dilayas, Berau. Selain itu, tim juga membeli buah-buahan dari masyarakat desa terdekat, namun tak mencukupi.

 

“Inilah yang membuat kita terpanggil untuk mengumpulkan dana yang bisa dipergunakan untuk kebutuhan pakan orangutan COP Borneo secara mandiri.”, ujar Tedjo dengan semangat.

 

Orangufriends adalah kelompok pendukung Centre for Orangutan Protection yang bekerja secara sukarela. Ada berbagai macam latar belakang, usia dan lokasi namun menyatukan para relawan, yaitu untuk orangutan Indonesia. Suatu kekuatan yang membuat COP terus bersemangat.

 

Rangkaian acara pun telah disusun panitia yang terdiri dari orangufriends Surabaya. Diawali dengan school visit di bulan Agustus nanti dan dilajutkan mini SFO tour 2017 dari satu cafe ke cafe yang lain di bulan berikutnya.

 

Untuk mendukung kegiatan tersebut, orangufriends telah mulai menjal kaos pre-order pertama dengan tema orangutan. Ayo dukung teman-teman kita agar Sound For Orangutan Surabaya berhasil.

 

RANTAI PUN LEPAS DARI OWA, SAAT KITA PEDULI

12049582_1108102379200445_8944321722418393492_n
Elin Alvita adalah anggota Orangufriends Banjarbaru yang juga merupakan alumni COP School Batch #5. Berangkat dari keprihatinannya melihat rendahnya kesejahteraan tiga monyet ekor panjang, dua beruk, satu Owa Kalimantan dan satu bangau Tongtong di Taman Van Der Pijl Banjarbabaru, Elin berinisiatif melakukan perbaikan. Hal ini tidak mudah dilakukan. Akan tetapi berkat dukungan dari berbagai pihak, akhirnya Elin bersama Orangufriends Banjarbaru yang lain berhasil membantu satwa-satwa tersebut untuk mendapatkan kehidupan yang lebih layak.
Setelah selesai mengurus perijinan ke Dinas Kebersihan dan Pertamanan Banjarbaru, Elin melakukan penggalangan dana dengan menjual kaos bergambar Owa Kalimantan dan menyelenggarakan konser music Fund for Park pada tanggal 26 September 2015. Dalam penggalangan dana ini, Elin banyak mendapatkan dukungan baik moral maupun material dari berbagai komunitas dan band-band yang mengisi acara ini. Komunitas bekerja suka rela membantu Elin adalah Morning Art Media Creative, Walhi Kalsel, Mapala Piranha, dan Butze Tako. Sementara itu, band yang memeriahkan acara Fund for Park di antaranya Soul Cry, Sunday High Club, Hello Kitty Berkumis, Jokes of Superboys, Dreamtree Reggae, Seven  Ways To Sunday dan Buddy Guy Project. Selain dari komunitas dan band, Elin juga mendapatkan bantuan material dari Rumah Makan Semua Senang, Oasis Adventurous Stuff, dan donator-donatur yang membeli kaos Owa. Dari donasi dan kegiatan tersebut, terkumpul dana sebesar Rp 8.923.800,00 yang kemudian digunakan untuk memperbaiki kandang satwa di Taman Van der Pijl Banjarbaru.
Perbaikan kandang dilakukan dalam dua bulan, yaitu pada bulan Oktober dan Desember dengan target satwa yang dirantai di perut bisa dilepaskan dan satwa bisa lebih nyaman di dalam kandang. Selain memperbaiki kandang, papan informasi mengenai satwa juga ditambahkan untuk memperkaya informasi pengunjung mengenai satwa-satwa yang ada di Taman Van Der Pijl. Berkat inisiatif Elin tersebut, satwa-satwa di Taman Van Der Pijl dapat hidup lebih sejahtera. Keberhasilan Elin dalam menggerakkan Orangufriends Banjarbaru untuk memperbaiki kesejahteraan satwa-satwa tersebut tentunya tidak terlepas dari bantuan dari berbagai pihak yang telah disebutkan di atas. Oleh karena itu, Elin dan Orangufriends Banjarbaru mengucapkan terima kasih kepada semua pihak ikut peduli tersebut. (KIA)

SOUND FOR ORANGUTAN DI JOGJA TV

12046707_10156240031820094_4927518994135997437_n

Ini dia ketua Sound For Orangutan Yogya 2015, Shinta Permata. Ngak nyangka, di tangan-dinginnya membawa impian 13 (ketigabelas) orangutan di Pusat Rehabilitasi Orangutan COP Labanan terlaksana di Liquid Cafe, kota Gudeg ini. Ya tentu saja event musik amal yang tidak sekedar hingar bingar. Ini adalah event musik yang penuh dengan alasan kenapa kita harus datang. Karena seluruh keuntungan dari acara musik ini, akan dipergunakan untuk tiga belas orangutan yatim yang memimpikan hidup sebagai orangutan liar.

Pengisi acara SFO 2015 tak putus-putus nya menyuarakan perlindungan orangutan. Seperti band punk Miskin Porno dengan lagu Sawit Brengseknya, menghentak lantai Liquid Cafe pada 13 Oktober 2015 yang lalu. FSTVLST berulang kali mengajak penonton untuk melihat kenyataan yang dihadapi orangutan di alamnya. Broken Rose, Sri Plecit dan Down For Life semakin menghidupkan suasana acara musik amal yang untuk pertama kalinya diselenggarakan di Yogyakarta oleh orangufriends. Melalui penata cahaya yang membangun suasa Cafe dan ditutup band Seringai, membuat para pengunjung bersemangat meninggalkan Liquid Cafe untuk menyuarakan kembali fakta orangutan di Indonesia pada teman-temannya.

Senang atas kerjasamanya para media partner Geronimo FM, Kedaulatan Rakyat, RBTV, Jogja TV, Pamityang2an radio, dan Kanal Tigapuluh yang semakin meluaskan berita tentang Sound For Orangutan 2015 ini.

Terimakasih atas donasi dari Liquid Cafe, Beer Bintang, Lali Jungkatan, Lotek Bu Bagyo, TFT, Starcross dan Nimco. Serta 700 pengunjung yang membeli tiket SFO 2015, juga yang membeli lelang merchandise. Tentu saja kerja keras keluarga besar orangufriends Yogya yang tak kenal lelah, bahu membahu mensukseskan Sound For Orangutan 2015 ini menjadikan pengalaman luar biasa malam itu.

 

SFO YOGYA AJAK YANG MUDA PEDULI ORANGUTAN

12072539_10207494490977400_7135823918320352312_n

Sound for Orangutan 2015 Yogyakarta sudah berlalu. Dentum musik masih melekat di telinga. Kerja keras bersama orangufriends Yogyakarta selama tiga bulan terakhir membuahkan hasil. 700 tiket yang terjual malam itu, memenuhi kedua lantai Liquid Cafe, Sleman, Yogyakarta. Hari yang luar biasa, para pengisi acara membicarakan orangutan. Di sebuah cafe yang mungkin selama ini hanya melulu tentang musik.

SFO adalah acara musik amal untuk menggalang dana upaya perlindungan orangutan. 13 Oktober 2015 dengan tema Way Back Home, ketigabelas orangutan di Pusat Rehabilitasi Borneo, Labanan, Kalimantan Timur mengingatkan para pengunjung Liquid Cafe akan masa depan orangutan di sana. Saat ini tujuh orangutan muda belajar di sekolah hutan Labanan. Para animal keeper dengan disiplin mengajak orangutan memanjat pohon. Menakuti mereka dengan duri rotan, agar mereka lebih banyak beraktivitas di pohon. Ya, memanjat adalah pelajaran dasar orangutan muda itu.

Sebut saja Unyil, orangutan yang diselamatkan dari kandang di toilet rumah penduduk di Muara Wahau. Sehari-hari menghabiskan waktu dengan berjalan di lantai. Selebihnya dikurung di kotak kayu pada kamar mandi yang memeliharanya. Hampir tanpa masa depan untuk memanjat apalagi hidup bebas di hutan. APE Defender menyelamatkannya, merawatnya, mengajarinya menjadi orangutan lainnya. Unyil belajar memakan buah-buahan, sayuran dan serangga. Unyil melatih otot-otot tangannya untuk memanjat dan bergelantungan. Unyil mengamati orangutan lain yang berayun dari satu pohon ke pohon yang lain.

Melalui Sound For Orangutan, mengajak anak-anak muda menyisihkan uangnya untuk orangutan yatim ini. Memberikan kesempatan kedua untuk menjadi orangutan liar. Jika pada waktunya akan lepas liar di hutan. (YUN)

 

SOUND FOR ORANGUTAN 2015 YOGYAKARTA

11232123_10153686269488944_1318977741975004020_n

Sound for Orangutan (SFO) merupakan acara amal lewat musik untuk Orangutan. Acara ini dimulai dari tahun 2012 di Jakarta. Sepenuhnya acara ini digerakan oleh anggota COP yang tergabung dalam Orangufriends. Para relawan ini bekerja dari mulai mempersiapkan acara, mencari donatur/sponsor, menghubungi band yang bisa tampil secara sukarela dan tentunya memikirkan seluruh acara ini hingga awal hingga akhir. 3 tahun berturut-turut SFO berlangsung di Jakarta dan tahun 2015 ini Orangufriends Yogyakarta menyelengarakan pada tanggal 13 Oktober 2015 yang akan berlangsung di Liquid cafe Yogyakarta. Acara ini tidak hanya sebuah pertunjukan musik saja melainkan berisi mengenai edukasi, pemutaran film dan segudang informasi lainya mengenai Orangutan dan habitatnya. Acara ini sangat keren dan sayang terlewatkan, jadi jangan lupa 13 Oktober 2015 nanti kalian bisa datang diacara ini.

WAJIB BELAJAR #SFO JAKARTA

12049412_10156173832305094_1518638119274256924_n

Jakarta – 28 September 2015, Wajib Belajar adalah tema acara amal untuk anak sekolah jalanan. Acara yang sangat sederhana ini merupakan gagasan spontan tanpa persiapan yang panjang oleh teman Orangufriends Jo. Hanya dalam waktu beberapa jam sebelum acara dimulai, #Orangufriends Jo mengajak warga sekitar komplek daerah Kapuk, Jakarta untuk tidak membeli satwa liar.

Band The Kunyuk (monyet) semakin menghidupkan acara Wajib Belajar malam ini. Terimakasih teman #Orangufriends Jo menjadi bagian kampanye “Jangan Beli Satwa Liar. Tutup Pasar Burung!!!”

 

 

#SFO BANJARBARU, FUND FOR PARK

12043220_10153678412103944_400419952797773309_n

Indonesia patut berbangga. Anak-anak mudanya yang tergabung dalam Orangufriends yaitu kelompok pendukung Centre for Orangutan Protection, membuat acara musik bertujuan menghimpun bantuan dana untuk orangutan dan habitatnya. Sound for Orangutan, acara musik tahunan yang semula hanya diadakan di Jakarta sejak tahun 2011 lalu, kini menjalar ke kota Yogya dan Kalimantan Selatan tepatnya Banjarbaru.

Sound for Orangutan sering disingkat SFO, 26 September 2015 bertajuk “Fund for Park” dilaksanakan di Taman Van der Pijl, Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Elin Alvita sebagai koordinator SFO Banjarbaru menyampaikan, “Pada Taman Van der Pijl terdapat beberapa satwa seperti monyet ekor panjang, beruk, owa dan bangau tongtong yang berada dalam kandang yang kurang sejahtera. Kami, Orangufriends berupaya untuk memperbaiki kandang tersebut dan memberikan kehidupan yang lebih baik untuk satwa di Taman Van der Pijl ini.”
Orangufriends bekerjasama dengan Morning Art untuk mewujudkan mimpi SFO di Kalimantan. Live music yang diisi oleh band Soul Cry, Buddy Guy Project, Sunday High Club, Joke of Superboys, Seven Ways to Sunday, Hello Kitty Berkumis dan DreamtreeReggae. Acara juga diselingi dengan movie screening mengenai pembabatan hutan, diskusi tentang COP dan penggalangan dana. Semua ini merupakan usaha Orangufriends untuk mengajak lebih banyak lagi yang peduli pada satwa. Save or Delete, you Decide!

300+100

11891234_10205011622755706_5353858530041562646_n-1320x564

Jarum jam sudah menunjukkan pukul 12 tengah malam. Camp APE Warrior di Yogya masih ramai. Para anggota Orangufriends masih sibuk mengemas 300 kaos untuk dikirimkan ke para pemesannya. Kaos yang diproduksi terbatas itu untuk mendanai pertunjukan musik tahunan Sound For Orangutan (SFO). Keuntungan dari konser musik tersebut akan digunakan untuk membangun Pusat Rehabilitasi Orangutan COP Borneo di Kalimantan Timur.

Capek dan ngantuk harus dilawan. Pekerjaan harus diselesaikan tepat waktu, agar para langganan tidak kecewa. Agar mereka dengan senang membeli kaos yang ditawarkan di kemudian hari. Hasilnya untuk orangutan. Hasilnya untuk satwa liar.

Malam ini, nampaknya para anggota Orangufriends harus bekerja lebih keras. Ada 100 lagi kaos yang harus dikemas. Kali ini bukan untuk orangutan, tetapi untuk membebaskan satwa – satwa yang kini dirantai di Taman Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Kandang yang salah desain di sana harus dimodifikasi, agar binatang – binatang di sana tidak perlu dirantai. Kandang mereka harus diperkaya fasilitasnya agar mereka bisa hidup lebih baik dan sejahtera. Semua butuh duit. Pada para penggemar kaos bergambar binatang kami berharap. Pada para anggota kami berharap.

Begitulah, selamat malam. Bagi para anggota Orangufriends yang kembali ke rumah masing – masing, tetap hati – hati dan waspada. Saya tahu kalian mengantuk, tapi tugas COD kaos dengan pembeli tetap harus diselesaikan.